Cone Experience Dale


Belajar yang efektif adalah belajar yang menggunakan seluruh alat indera sehingga mendapat hasil yang optimal. Contohnya; ketika peserta didik akan belajar sosiologi, cara belajar yang efektif adalah dengan cara melihat atau mengamati pelajarannya. Mulut membaca (mengulang bacaannya), telinga mendengarkan, dan tangan menulis rangkuman dengan kata-kata sendiri atau mengerjakan latihan yang sedang dipelajari. Sehingga pelajaran tersebut tidak mudah dilupakan dan pelajaran itu juga dapat mudah dipahami dengan baik. Bukan dengan cara menghapal pelajaran yang pada akhirnya akan cepat lupa. Hal ini dikarenakan ciri khas dari hasil belajar/kemampuan yang diperoleh adalah jika seseorang dapat merumuskan kembali pengetahuan yang dimiliki dengan kata-kata sendiri. Kemampuan merumuskan kembali pengetahuan yang dimiliki tentunya adalah hasil dari pengalaman belajar peserta didik itu sendiri. Dalam proses pembelajaran tidak hanya melibatkan penguasaan fakta atau konsep sesuatu bidang ilmu saja, tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yang berkaitan dengan emosi, kasih sayang, benci, hasrat dengki dan kerohanian. Secara umum pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman individu yang bersangkutan. Ini sesuai dengan kerucut pengalaman Edgar Dale.
Di jelaskan oleh Edgar Dale (1956:40) banyak pengalaman yang kita alami baik itu pengalaman langsung maupun pengalaman tidak langsung, dan pengalamn konkrit maupun pengalaman abstrak. Menurut Dale (1956:42) pengalaman ini diringkas dalam kerucut pengalaman seperti yang dapat dilihat pada gambar 1. berikut:

Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Gambar 1. Kerucut Pengalaman (cone experiences) Dale (1956:42)
Dari gambar 1. di atas dijelaskan bahwa kerucut pengalaman Dale menggambarkan tentang pengalaman baik secara langsung maupun tidak langsung, pengalaman yang konkrit maupun abstrak. Kerucut bukanlah literal yang mutlak, ini merupakan alat peraga dalam menjelaskan keterkaitan berbagai jenis media khususnya media audio-visual serta “posisi” peserta didik dalam proses pembelajaran.
Hasil belajar seseorang diperoleh melalui pengalaman langsung (kongkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). Semakin ke atas di puncak kerucut semakin abstrak media penyampai pesan itu. Pengalaman langsung akan memberikan kesan utuh dan paling bermakna mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu, oleh karena dia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba.

What do you think a bout

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s